5 Tanda Oli Mobil Matic Perlu Dikuras dan Diganti

Cara kerja komponen transmisi otomatis adalah dengan menggunakan tekanan fluida yang berasa dari oli transmisi. Karena prinsip kerjanya inilah, oli menjadi hal yang sangat menentukan dalam kerja transmisi otomatis. Sehingga dapat disimpulkan jika kunci perawatan dari sistem transmisi otomatis adalah kualitas kinerja dari oli yang digunakan. Untuk itu lah pentingnya melakukan pengecekan pada kualitas, volume, hingga penggantian oli. Terkecuali jika mobil matic anda menggunakan sistem free maintenance yang tidak memerlukan penggantian maupun pengurasan oli transmisi.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kualitas dan kuantitas oli menjadi penentu optimal atau tidaknya sistem transmisi matic. Ketika anda lalai dalam menggunakan oli yang sembarangan ataupun lupa mengganti oli, maka tidak hanya kinerja transmisi yang terganggu melainkan juga memicu kerusakan pada komponen transmisi oli matic. Menurut survey yang ada setidaknya 85% gejala kerusakan transmisi matic disebabkan karena pemilik mobil lupa mengganti oli transmisi otomatis.

Umumnya penggantian oli transmisi dilakukan setelah mencapai jarak 80.000 km. Namun karena faktor-faktor tertentu, penggantian dapat dilakukan sebelum mencapai jarak tersebut. Nah berikut ini beberapa ciri-ciri oli mobil matic harus diganti yang perlu anda perhatikan. Sehingga nantinya anda bisa segera melakukan penggantian ataupun pengurasan oli transmisi.

1. Perpindahan Gigi Yang Sulit

Ada beberapa gejala yang dapat dikenali ketika oli matic harus segera diganti yaitu perpindahan gigi transmisi yang sulit. Biasanya perpindahan gigi sulit dilakukan hanya pada tingkat-tingkat tertentu saja. Misalnya pada posisi satu atau tiga. Meskipun laju mobil dipercepat maupun diperlambat, tetap saja posisi gisi transmisi tidak dapat berpindah.

2. Tidak Kuat Menanjak

Gejala lainnya adalah mobil yang tidak kuat menaiki tanjakan, terutama pada bidang kemiringan yang cukup besar. Meskipun tuas transmisi digeser pada posisi L/1, tetap saja pedal gas sangat sulit untuk ditekan. Penyebab mobil matic tidak bertenaga ini disebabkan kualitas oli yang sudah menurun karena sudah lama tidak dilakukan penggantian.

3. Transmisi Terasa Berat

Jika anda merasakan tarikan mobil tersendat dan terasa berat, maka jangan buru-buru memprediksi jika hal ini diakibatkan adanya kerusakan pada sistem injektor atau kompresi mesin. Bisa jadi hal ini merupakan masalah transmisi matic. Hal ini disebabkan karena banyaknya timbunan kotoran atau debu yang menggumpal di dalam oli. Debu dan kotoran tersebut dapat berasal dari kampas transmisi.

Tentu saja ini merupakan dampak dari keterlambatan dalam penggantian oli maupun penggunaan oli yang kurang sesuai dengan spesifikasi mobil. Karena kondisi oli yang kotor, maka tekanan fluida di dalamnya melemah. Sehingga secara tidak langsung membuat komponen-komponen di dalamnya bekerja lebih keras. Dan tentu saja karena gesekan yang lebih keras menyebabkan makin menumpuknya serbuk partikel halus.

4. Munculnya Suara Dengung

Awalnya suara dengung tersebut mirip dengan suara yang berasal dari mesin kendaraa. Namun lama kelamaan suara tersebut bertambah keras serta diiringi dengan bunyi ketukan seperti benda tumpul yang sedang beradu. Suara dengung ini berasal dari beberapa komponen di dalam sistem transmisi yang saling beradu atau berbenturan dikarenakan mekanisme pergerakannya yang terhambat diakibatkan dorongan pada oli transmisi yang kurang kuat. Oli adalah komponen yang cukup penting untuk sistem transmisi otomatis. Jika oli sudah aus, kotor, kadaluarsa, dan enceer maka tentu saja membuat tekanan dan pelumasannya menjadi berkurang. Kondisi tersebut akan berpengaruh pada kerja komponen di dalam sistem transmisi.

5. Oli Yang Sudah Berubah Warna

Untuk melihat apakah kondisi oli sudah seharusnya diganti atau tidak adalah dengan cara melihatnya secara langsung. Jika warna oli sudah berubah menjadi menghitam pekat dan encer, maka hal tersebut menandakan jika oli transmisi mobil sudah seharusnya diganti secepatnya.

Penggantian Oli Transmisi

Umumnya sebagian besar pemilik mobil matic sering melakukan pergantian oli transmisi secara manual. Karena mungkin kurangnya pengetahuan mengenai oli transmisi matic, banyak orang yang belum mengetahui cara melakukan penggantian oli transmisi matic. Untuk mengganti oli transmisi matic dengan cara manual biasanya dilakukan hanya pada bak oli atau carternya saha, Oli matic yang lama masih akan tersisa pada bagian hose-hosenya, hal ini karena penggantiannya dilakukan hanya dengan membuka baut pada drain plug di bak oli atau carternya. Pergantian oli secara manual sebenarnya kurang begitu efektif, untuk itu lah akan lebih baik untuk menguras oli transmisi matic dengan rutin untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Banyak orang yang mungkin kurang mengetahui tentang pengurasan oli transmisi matic. Padahal pengurasan ini sangat penting karena dapat menjaga keawetan dari sistem transmisi matic. Penggantian oli dengan cara dikuras adalah dengan mengganti seluruh oli tranmisi yang lama secara total dan tidak tersisa sedikitpun. Oli yang lama akan didorong dengan oli yang baru guna membersihkan agar tidak ada sisa-sisa oli yang lama. Lakukan pengurasan oli transmisi matic dengan rutin sehingga mendapatkan hasil yang maksimal. Namun untuk jenis oli cvtf, tidak dianjurkan untuk melakukan pengurasan.

Jika gejala-gejala kerusakan diatas sudah terjadi pada mobil anda. Maka segera lakukan penggantian atau pengurasan oli transmici matic. Namun jika gejala-gejala tersebut tetap ada bahkan setelah oli diganti, maka menunjukkan jika perlu dilakukan overhaul mesin mobil dan penggantian perangkat transmisi. Hal ini sering terjadi akibat telatnya penggantian oli. Nah itu tadi penjelasan mengenai ciri-ciri oli mobil matic harus diganti. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk anda.